Blog

Blog

  • No categories

Archives

SEARCH

Kekayaan adalah Tanggungjawab, bukan Keistimewaan

Posted in: Blog by Mge Admin on 07/21/2010

Carlos SlimKonglomerat dari Mexico, Carlos Slim, yang menurut majalah Forbes menggeser kedudukan Bill Gates dan Warren Buffet sebagai orang terkaya di planet ini, ternyata sudah menunjukkan bakat pandai mencari uang sejak berusia 10 tahun. Slim mendapatkan peso pertamanya dari berjualan minuman ringan dan makanan untuk keluarganya yang merupakan imigran dari Lebanon. Ketika memasuki masa mudahnya, pengetahuan keuangan Slim lebih matang lagi. Dia tidak hanya menghasilkan uang dari menjual barang secara konvesional terapi Sim muda membeli obligasi pemerintah Meksiko. Forbes juga mencatat, Slim merupakan orang pertama dari negara berkembang yang menduduki tempat teratas daftar orang kaya di dunia.

Lebih dari setengah abad sesudahnya, Slim yang kini berusia 70 tahun itu memiliki kekayaan yang luar biasa, sebesar 53,5 milliar dollar AS (sekitar Rp 481,5 Triliun). Aset Slim beragam mulai dari perusahaan telekomunikasi, hotel, restoran, departement store, perusahaan properti, hingga bank inbusa.

Dia dikenal dapat mengubah perusahaan ang suah akan bangkrut kembali bangkit dan menghasilkan keuntungan. Lingkungan keluarga tampaknya sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian Slim. Ayahnya, Julian Slim Haddad, adalah imigran Lebanon yang datang ke Meksiko pada awal tahun 1900-an. Dia lalu membuka toko kelontong Star of The Orient. Ketika terjadi krisis di Meksiko 1987, tidak seperti orang ain yang panik, Slim melihatnya sebagai kesempatan. Ketika itu bursa terpuruk, Slim mulai membeli saham-saham murah dan menjualnya dengan keuntungan berlipat ketika bursa mulai membaik.

“Kita tahu bahwa krisis selalu sementara saja. Tidak ada kesulitan yang berlangsung selama 100 Tahun, selalu ada pemulihan”, ujar Slim

Kekayaan Slim tidak membuar dia hidup bermewah-mewah. Dia tetap tinggal dirumah yang sama selama 40 tahun dan tetep mengendarai mobil Mercedes tua. Pakaiannya pun bukan barang yang berharga mahal. Slim juga jarang menggunakan komputer. Ia lebih senang mencatat di bukunya yang kumal. Slim merupakan penggemar bera bisbol. Pada 1990 Slim membeli perusahaan telekomunikasi. Keberuntungan rupanya berawal dari keputusannya membeli operator telepon milik negara, Telmexm sebesar 1,7 Milliar dollar AS. Ketika itu Telmex babagikan hidup segan mati tak mau. Dibawah pengelolaan Slim, Telmex kemudian menjadi perusahaan yang menguntungkan dan penghasil peso yang luar biasa. Selain sibuk berbisnis, Slim juga turut serta dalampemberantasan kemiskinan, buta huruf dan parahnya pelayanan kesehatan di Amerika Latin. Namun, sejauh ini dia tidak berencana menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk mendirikan yayasan amal seperti Bill Gates dan Warren Buffet.

“Pebisnis itu lebih baik membuat kebaikan dengan menciptakan lapangan kerja dan kekayaan melalui investasi, bukan bertindak seperti Santa Claus”, ujarnya.

Slim juga menyumbangkan uangnya pada beberapa kesempatan.

Januari lalu, dia memberikan 65 juta dollar AS guna riset genetik untuk kangker, diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal di Meksiko dan Amerika Latin.

“Kekayaan itu harus dilihat sebagai tanggung jawab, bukan keistimewaan. Tanggung jawab itu untuk menciptakan kekayaan yang lebih lagi. Ini seperti memelihara anggrek, kita harus memberikan hasilnya kepada orang lain, tetapi bukan pohonnya” kata Slim soal kekayaannya.

Mudah-mudahan falsafah Slim tentang tanggung jawab orang kaya itu dapat diikuti oleh lebih banyak orang lagi. Tanggung jawab orang kaya adalah menciptakan lapangan pekerjaan, bukan menjadikan kekayaan sebagai keistimewaan bagi diri sendiri.

(Sumber: Katalog PKS Expo)